Pursuing Export Targets, Ministry of Agriculture Encourages the Production of Superior Varieties

Jakarta – The Ministry of Agriculture under the leadership of Syahrul Yasin Limpo has targeted agricultural exports to triple by the next five years. To achieve that, Syahrul asked plant breeders, both from the internal Ministry of Agriculture or universities and the private sector, to continue to produce superior varieties so that agricultural productivity could increase.

“If we want to export, then we must compete (in the international market) with competitive prices, maintained quality, and agricultural diplomacy. Our ability to compete must be supported with varieties that are capable of producing large quantities and have high endurance, “Syahrul said when giving a speech at the Plant Variety Protection Week (PVT), at the Kementan Auditorium, Ragunan, South Jakarta, on Wednesday (18 / 12/2019).

In addition to targeting agricultural exports to increase threefold, the Ministry of Agriculture also encourages an increase in agricultural production, a minimum of 7 percent per year. The acceleration of increased production can be done if the agricultural practitioners can take advantage of new high yielding varieties. The contribution of a new superior variety can spur an increase in production of up to 15 percent, Syahrul mentioned.

Furthermore, Syahrul said that PVP rights are a form of intellectual property rights that are equivalent to patents. PVP rights are exclusive rights granted by the state to researchers or companies that have contributed to the birth of superior varieties.

Until now the Ministry of Agriculture has processed 752 certificates of PVP rights. The first certificate was issued in 2007. So that for the past 12 years the Ministry of Agriculture has on average processed PVP rights for around 65 varieties each year.

Head of the Center for Plant Variety and Agricultural Licensing Protection (PVTPP) Erizal Jamal explained that the PVP Week was held as an effort to motivate and motivate plant breeders to continue to innovate and appreciate their work through this activity.

Erizal also emphasized that breeders, seed industry players, and leaders of research and tertiary institutions present at the PVP Week had committed to support the government’s target to increase agricultural production and exports.

 

Language : Bahasa Indonesia

 

Jakarta – Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo telah menargetkan ekspor pertanian meningkat tiga kali lipat selama lima tahun ke depan. Untuk mencapai itu, Syahrul meminta para pemulia tanaman, baik dari internal Kementerian Pertanian ataupun perguruan tinggi dan swasta, untuk terus melahirkan varietas-varietas unggul sehingga produktivitas pertanian bisa meningkat.

“Bila kita ingin ekspor, maka kita harus berkompetisi (di pasar internasional.red) dengan harga yang bersaing, kualitas yang terjaga, dan diplomasi pertanian. Kemampuan kita berkompetisi harus didukung dengan varietas-varietas yang mampu menghasilkan kuantitas besar dan memiliki daya tahan yang tinggi,” ucap Syahrul saat memberikan sambutan pada acara Pekan Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, pada Rabu (18/12/2019).

Selain menargetkan ekspor pertanian bisa meningkat hingga tiga kali lipat, Kementan juga akan mendorong peningkatan produksi pertanian, minimal sebesar 7 persen per tahun. Percepatan peningkatan produksi dapat dilakukan jika para pelaku pertanian bisa memanfaatkan varietas unggul baru. Kontribusi Varietas Unggul baru disebut Syahrul, dapat memacu peningkatan produksi sampai 15 persen.

Lebih lanjut, Syahrul menyebutkan Hak PVT merupakan salah satu bentuk Hak Kekayaan Intelektual yang setara dengan hak paten. Hak PVT merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada para peneliti atau perusahaan yang telah berkontribusi terhadap lahirnya varietas unggul.

Sampai saat ini Kementerian Pertanian telah memproses sertifikat hak PVT sebanyak 752 sertifikat. Sertifikat pertama dieluarkan tahun 2007. Sehingga selama 12 tahun ini Kementan secara rata-rata telah memproses Hak PVT untuk sekitar 65 varietas setiap tahunnya.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Erizal Jamal menjelaskan Pekan PVT digelar sebagai upaya menggerakkan dan memotivasi para pemulia tanaman untuk terus berinovasi serta mengapresiasi karya mereka melalui kegiatan ini.

Erizal juga menegaskan para pemulia, pelaku industri perbenihan, dan pimpinan lembaga penelitian danperguruan tinggi yang hadir dalam Pekan PVT telah berkomitmen untuk mendukung target pemerintah untuk meningkatkan produksi dan ekspor pertanian.

 

Source : Minstry of Agriculture