Pursuing Economic Growth in 2022, Manufacturing, Agriculture & Trade Policies Need to be Improved

JAKARTA – The government needs to focus on improving policy in three main sectors which driving the economy, namely manufacturing, agriculture, and trade to be able to achieve optimistic economic growth targets in 2021 and 2022. The government, Bank Indonesia, and the House of Representatives have set basic macroeconomic assumptions and development targets for the 2022 state budget.

Economic growth in the next year is targeted to be in the range of 5.2 percent-5.5 percent. The assumption of 2022 economic growth set was recorded greater than the target read by President Joko Widodo in a financial memorandum speech on August 16, 2021. At that time, Jokowi said macro assumptions in 2022 were in the range of 5-5.5%.

Center of Reform on Economics (Core) Indonesia economist Yusuf Rendy Manilet assessed that the Covid-19 pandemic is still a major challenge to achieve optimal economic growth. Handling the Covid-19 pandemic is also the key so that economic activity can run well.

Yusuf assessed that the government can keep pursuing economic growth targets in the next year by focusing on making the right policies towards sectors that contribute greatly to the wheels of the economy. The three sectors are manufacturing, agriculture, and trade.

“Policies related to these three sectors need to be controlled in which to sustain economic growth. It needs to be done in conjunction with the handling of pandemics, especially testing, tracing, and treatment,” Yusuf told Bisnis, Wednesday (09/01/2021).

Source : Bisnis.com


Language : Bahasa

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2022, Kebijakan Manufaktur, Pertanian & Perdagangan Perlu Dibenahi

JAKARTA – Pemerintah dinilai perlu fokus membenahi kebijakan di tiga sektor utama pendorong perekonomian, yakni manufaktur, pertanian, dan perdagangan untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi yang optimistis pada 2021 dan 2022. Pemerintah, Bank Indonesia, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan asumsi dasar ekonomi makro dan target pembangunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022.

Pertumbuhan ekonomi pada tahun depan ditargetkan di kisaran 5,2 persen–5,5 persen. Asumsi pertumbuhan ekonomi 2022 yang ditetapkan itu tercatat lebih besar dari target yang dibacakan Presiden Joko Widodo dalam pidato nota keuangan pada 16 Agustus 2021. Saat itu, Jokowi menyebut asumsi makro pada 2022 ada di kisaran 5-5,5 %. .

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai bahwa pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang optimal. Penanganan pandemi Covid-19 pun menjadi kunci agar aktivitas perekonomian bisa berjalan dengan baik.

Yusuf menilai bahwa pemerintah dapat tetap mengejar target pertumbuhan ekonomi pada tahun depan dengan fokus menyusun kebijakan yang tepat terhadap sektor-sektor yang berkontribusi besar bagi roda perekonomian. Ketiga sektor itu adalah manufaktur, pertanian, dan perdagangan.

 “Kebijakan yang berkaitan dengan ketiga sektor ini perlu dikawal untuk bisa menopang pertumbuhan ekonomi.Itu perlu dilakukan bersamaan dengan penanganan pandemi, khususnya testing, tracing, dan treatment,” ujar Yusuf kepada Bisnis, Rabu (1/9/2021).

Bahasa : Language