Indonesia To Develop 89 New ‘Strategic’ Projects In 2020-2024

The government has vowed to continue the development of national strategic projects during the COVID-19 health crisis with the addition of 89 new projects of an estimated Rp 1.422 quadrillion in investment value.

Coordinating Economic Affairs Minister Airlangga Hartarto said on May 29 that the new projects were an addition to the existing 223 national strategic projects., and were expected to employ around 4 million workers every year from 2020 to 2024.

“During the projects’ development over the next five years, [the projects] are hoped to involve a total of 19 million [workers],” Airlangga told a virtual press briefing on Friday, following a Cabinet meeting.

Airlangga said that the 89 new projects comprised 15 road and bridge projects, 13 dams and irrigation systems, 13 border infrastructure projects and 12 energy projects.

The remaining projects comprised six railway projects, six clean water projects, five airports, five seaports, five industrial zones, three technology projects, three smelters, one seawall, one waste management project and one land procurement project in Central Kalimantan.

President Joko “Jokowi” Widodo said at the briefing that although Indonesia was facing the COVID-19 pandemic, the development of national strategic projects must go on while adhering to the relevant health protocols.

The government’s statement on the planned projects comes on the heels of its plans to ease the large-scale social restrictions (PSBB) in COVID-19 “red zones” across the country and to introduce the “new normal” protocols for daily activities, despite the increase in confirmed cases. Official estimates show that the economy is likely to contract 0.4 percent in the worst-case scenario for the year.

The President also ordered the acceleration of programs that could drive the “people’s economy”, such as the land certification, the transmigration land legalization and the social forestry programs.

Jokowi also instructed to “solve the problems in the field as soon as possible, because I still hear that land clearing is still a major problem” in developing the national strategic projects.

Public Works and Housing Minister Basuki Hadimuljono said at Friday’s briefing that the five “super priority” tourist destinations was among the strategic projects that had been earmarked for continued development.

The “super priority” tourist destinations are Labuan Bajo in East Nusa Tenggara, Borobudur in Central Java, Likupang in North Sulawesi, Lake Toba in North Sumatra and Mandalika in West Nusa Tenggara. Basuki added that several toll road projects would break ground this year, including the 14-kilometer section 4 of the Banda Aceh-Sigli toll road, the 33 km sections I and V of the Balikpapan-Samarinda toll road, and the 131 km Pekanbaru-Dumai toll road.

Indonesia currently has 223 national strategic projects worth around Rp 4.2 quadrillion on its priority list, which has seen several revisions since 2016.The country completed 92 infrastructure projects in 2016-2019, against the 144 projects that the Committee for Acceleration of Priority Infrastructure Delivery (KPPIP) has targeted for completion by 2020.

Language : Bahasa

Pemerintah telah berjanji untuk melanjutkan pengembangan proyek strategis nasional selama krisis kesehatan COVID-19 dengan penambahan 89 proyek baru dengan nilai investasi sekitar Rp 1,422 kuadriliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pada 29 Mei bahwa proyek-proyek baru itu merupakan tambahan dari 223 proyek strategis nasional yang sudah ada. Diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 4 juta pekerja setiap tahun dari 2020 hingga 2024.

“Selama pengembangan proyek selama lima tahun ke depan, diharakan dapat melibatkan total 19 juta pekerja,” Airlangga mengatakan pada konferensi pers virtual pada hari Jumat

Airlangga mengatakan bahwa 89 proyek baru terdiri dari 15 proyek jalan dan jembatan, 13 bendungan dan sistem irigasi, 13 proyek infrastruktur perbatasan dan 12 proyek energi. Proyek-proyek yang tersisa terdiri dari enam proyek kereta api, enam proyek air bersih, lima bandara, lima pelabuhan laut, lima zona industri, tiga proyek teknologi, tiga peleburan, satu tembok laut, satu proyek pengelolaan limbah, dan satu proyek pengadaan tanah di Kalimantan Tengah.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan pada pertemuan itu bahwa walaupun Indonesia sedang menghadapi pandemi COVID-19, pengembangan proyek strategis nasional harus berjalan sambil mematuhi protokol kesehatan yang relevan.

Pernyataan pemerintah tentang proyek yang direncanakan datang pada rencananya untuk meringankan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di COVID-19 “zona merah” di seluruh negeri dan untuk memperkenalkan protokol “normal baru” untuk kegiatan sehari-hari, meskipun peningkatan kasus yang dikonfirmasi. Perkiraan resmi menunjukkan bahwa ekonomi cenderung berkontraksi 0,4 persen dalam skenario terburuk untuk tahun ini.

Presiden juga memerintahkan percepatan program yang dapat mendorong “ekonomi rakyat”, seperti sertifikasi tanah, legalisasi lahan transmigrasi, dan program kehutanan sosial. Jokowi juga menginstruksikan untuk “menyelesaikan masalah di lapangan sesegera mungkin, karena saya masih mendengar bahwa pembukaan lahan masih merupakan masalah utama” dalam mengembangkan proyek strategis nasional.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono mengatakan pada briefing hari Jumat bahwa lima tujuan wisata “super prioritas” adalah di antara proyek-proyek strategis yang telah disiapkan untuk pembangunan berkelanjutan.

Tujuan wisata “super prioritas” adalah Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Borobudur di Jawa Tengah, Likupang di Sulawesi Utara, Danau Toba di Sumatera Utara dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Basuki menambahkan bahwa beberapa proyek jalan tol akan runtuh tahun ini, termasuk 14 kilometer ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli, 33 km ruas I dan V jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan 131 km Pekanbaru- Jalan tol Dumai.

Indonesia saat ini memiliki 223 proyek strategis nasional yang bernilai sekitar Rp 4,2 kuadriliun dalam daftar prioritasnya, yang telah mengalami beberapa revisi sejak 2016. Negara ini menyelesaikan 92 proyek infrastruktur pada 2016-2019, dibandingkan dengan 144 proyek yang ditargetkan oleh Komite untuk Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada tahun 2020.

Source : The Jakarta Post