Dongkrak Produksi dan Ekspor Perkebunan di 2019, Kementan Siapkan Strategi

Kementerian Pertanian (Kementan) untuk sektor perkebunan terus berupaya untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Hal ini mencakup komoditi-komoditi strategis yang diprioritaskan seperti teh, kopi dan kakao. Dalam rangka menargetkan peningkatan produksi sejumlah komoditas pangan pada 2019.  Target itu diharapkan bisa dicapai melalui sejumlah  strategi pengembangan, seperti pengembangan kawasan pertanian (klaster) berbasis korporasi petani dan penguatan infrastruktur pertanian pada 2019.

Pada 2019, Kementan menargetkan produksi komoditas pangan seperti padi bisa mencapai 84 juta ton, jagung 33 juta ton, kedelai 2,8 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton. Sementara itu, produksi sapi diharapkan bisa mencapai 0,75 juta ton, tebu 2,5 juta ton, kelapa 3,49 juta ton, kakao 0,96 juta ton, kopi 0,78 juta ton dan karet 3,81 juta ton.

Selain itu, bentuk dukungan intensifikasi juga dilakukan. Hal ini mencakup pemberian sarana dan prasarana penunjang produksi. Kementan akan memberikan bantuan pupuk, sarana produksi untuk meningkatkan produktivitas kebun dalam jangka waktu pendek.

Selanjutnya, untuk jangka panjang, program peremajaan terus diupayakan dengan replanting dan bantuan benih yang tersertifikasi. Pemerintah dibawah Kementrian Pertanian menganggarkan setidaknya ada anggaran Rp 1 triliun di tahun 2019 sebagai tambahan untuk perbaikan kakao.

Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian RI, Kasdi Subagyono mengatakan fokus pembangunan sektor pertanian tersebut akan menjadi salah satu basis pembangunan pertanian Indonesia 2019-2024. “Ini dilandasi pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Berbasis Korporasi Petani,” ujar Kasdi dalam keterangan resmi, Kamis (6/12).

 

Sumber : https://katadata.co.id